psoriatic arthritis uveitis

🔥+ psoriatic arthritis uveitis 08 Aug 2020 Learn more about the impact of RA symptoms, which can cause RA flares, joint ... of increased inflammation and symptoms is often called a flare, or flare-up.

psoriatic arthritis uveitis Arthritis is one of the common disease conditions affecting the elbow joint. Symptoms. It is an inflammatory condition that causes pain, swelling, stiffness, and ...

Mohon tunggu...
sary lestari Mohon Tunggu... the 1 last update 2020/08/08

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan
18 April 2016   08:02 Diperbarui: 18 April 2016   08:20 psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for 279 00 1 Mohon Tunggu...

PENGERTIAN

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for Artritis reumatoid merupakan gangguan kesehatan inflamasi sistemik yang di perantai oleh autoimun sistemik ( sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang pelapis sendi) sehingga mengakibatkan peradangan, pembekakan nyeri.
 (Esther chang2010)

Rheumathoid atritis (RA) merupakan penyakit inflamasi non-bakterial yang bersifat sistemik, progresif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetri.(Chairuddin, 2003).

APA SIH PENYEBABNYA ?

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for

Penyebab utama kelainan ini tidak diketahui. Ada beberapa yang dikemukakan mengenai penyebab rheumathoid atritis, yaitu :
 1. Infeksi treptococus hemoloiticus dan streptococcus non-hemolitikus
 2. Endokrin
 3. Aotoimun
 4. Metabolic
 5. Faktor genetic serta faktor pemicu lingkungan

Pada saat ini, rheumathoid atritis diduga disebabkan oleh factor autoimun dan infeksi.Aoutoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe 11; factor injeksi mungkin dosebakan oleh virus dan organisme mikroplasma atau group difterioid yang menghaslkan antigen kolagen tipe 11 dari tulang rawan sendi penderita. Kelainan yang dapat terjadi pada suatu atritis rheumathoid yaitu :
 1. Kelainan pada daerah artikuler
 2. Kelainan pada jaringan ekstra-artikuler

TANDA DAN for 1 last update 2020/08/08 GEJALA ARTHRITIS RHEUMATHOIDTANDA DAN GEJALA ARTHRITIS RHEUMATHOID

Rheumatoid arthritis biasanya menyerang persendian kecil di tangan dan kaki terlebih dulu. Beberapa gejala yang sering timbul pada persendian akibat rheumatoid arthritis, di antaranya:

Kaku di pagi hari
Pembengkakan jaringan lunak ( pembengkakan jari tangan, pergelangan tangan, lutut kaki )
kemerahan
nyeri
Ada 2 stadium yaitu :

1. Stadium awal
 Malaise, penurunan BB, rasa capek, sedikit demam dan anemia.
 2. Stadium lanjut
 Kerusakan sendi dan deformitas yang bersifat permanen
 Gejalanya:
 • Merasakan nyeri dan linu pada bagian persendian
 • Pada bagian sendi timbul warna kemerahan
 • Rasa panas pada bagian sendi
 • Timbul pembengkakan
 • Sendi terasa kaku
 • Terbatasnya ruang gerak

BAGAIMANA CARA PENCEGAHANNYA?

Karena termasuk dari penyakit autoimun, maka tidak ada tindakan spesifik mencegah rheumatoid arthritis. Tapi kita tetap dapat berusaha mencegah agar tidak jatuh dalam kondisi berfaktor resiko terutama yang telah memiliki faktor resiko keturunan.Seperti:
 1) istirahat yang cukup,
 2) diet sehat,
 3) hindari stres berat,
 4) rutin berolah raga.
 5) berhenti merokok dan
 6) menjauhi asap rokok orang lain.

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for BAGAIMANA PENANGAN ARTHRITIS RHEUMATHOID

Tujuan penanganan pasien arthritis rheumathoid berkisar diseputar pengendalian gejala secara dini, seperti : meminimalkan kekuatan dan pembengkakan sendi, mempertahankan for 1 last update 2020/08/08 mobilitas, meredakan nyeri.Tujuan penanganan pasien arthritis rheumathoid berkisar diseputar pengendalian gejala secara dini, seperti : meminimalkan kekuatan dan pembengkakan sendi, mempertahankan mobilitas, meredakan nyeri.

penanganannya for 1 last update 2020/08/08 biasanya pasien :penanganannya biasanya pasien :

pasien mulai mengenakan bidai pada kedua pergelangan tangan karena deformitas semakin terlihat
menggunakan kompres lilin panas pada pergelangan tangan , seperti yang danjurkan oleh fisioterapi untuk mengurangi ketidaknyamanan
memulai pagi hari dengan kompres hangat pada pergelangan tangan (dan akhirnya pada kedua pergelangan kaki)
khususnya selama musim dingin dengan mengenakan kaus kaki dan sarung tangan tanpa jari.
farmakologi yang diterapkan :
 Setelah diagnosis AR dapat ditegakkan, pendekatan pertama yang harus dilakukan adalah segera berusaha untuk membina hubungan yang baik antara pasien dengan keluarganya dengan dokter atau team pengobatan yang merawatnya.
 1. Pendidikan pada pasien mengenai penyakitnya dan penatalaksanaan yang akan dilakukan sehingga terjalin hubungan baik dan terjamin ketaatan pasien.

2. OAINS diberikan sejak dini untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi yang sering dijumpai. OAINS yang dapat diberikan:
     a. Aspirin: pasien dibawah umur 50 tahun dapat mulai dengan dosis 3-4 x 1g/hari, kemudian dinaikkan 0,3-0,6 g per minggu sampai terjadi perbaikan atau gejala toksik. Dosis terapi 20-30 mg /dl.
     b. Ibuprofen,naproksen,piroksikam,diklofenak,dan sebagainya.

3. DMARD (disease-modifying antirheumatic drugs) digunakan untuk melindungi rawan sendi dan tulang dari proses destruksi akibat antritis rheumatoid. Mula khasiatnya baru terlihat setelah 3-12 bulan kemudian.setelah 2-5 tahun,maka efektivitasnya dalam menekan proses rheumatoid akan berkurang.jenis-jenis yang digunakan adalah
     a. Klorokuin : paling banyak digunakan karena harganya terjangkau,namun efektivitasnya lebih rendah dibandingkan dengan yang lain. Dosis anjuran klorokulin fosfat 250 mg/hari ,hidrosiklorokuin 400mg/hari.
      b. Sulfasalazin dalam bentuk tablet bersalut enteric digunakan dalam dosis 1x500 mg/hari ,ditingkatkan 500 mg per minggu,sampai mencapai dosis 4x500mg. setelah remisi tercapai ,dosis dapat diturunkan hingga 1g/hari untuk di pake dalam jangka panjang sampai tercapai remisi sempurna .jika dalam tiga bulan tiak terlihat khasiatnya obat ini digantikan dengan yang lain ,atau di kombinasi.
      c. D-penisilamin ,kurang disukai karena bekerja sangat lambat.digunakan dalam dosis 250-300mg /hari ,kemudian dosis di tingkatkan setiap 2-4 minggu sebesar 250 -300mg/hari untuk mencapai dosis total 4x250 -300 mg/hari.
      d. Garam emas adalah gold standard bagi DMARD.khasiatnya tidak di ragukan lagi meski sering timbul efek samping. Auro sodium tiomalat (AST) diberikan intramuscular,dimulai dengan dosis percobaan pertama sebesar 10 mg,seminggu kemudian dosis kedua 20 mg. seminggu kemudian di berikan dosis penuh 50 mg/minggu selama 20 minggu.dapat dilanjutkan dengan dosis tambahan sebesar 50 mg tiap 2 minggu sampai 3 bulan. Jika diperlukan ,dapat diberikan dosis 50 mg setiap 3 minggu sampai keadaan remisi tercapai.
      e. Obat imunosupresif atau imunoregulator; metotreksat sangat mudah digunakan dan waktu mula krjanya relative pendek. Dosis mulai 5-7,5 mg setiap minggu. Bila dalam 4 bulan tidak menunjukan perbaikan,dosis harus ditingkatkan. Dosis jarang melebihi 20 mg/minggu. Penggunaan siklosporin untuk atritis rheumatoid masih dalam penelitian.
      f. Kortikosteroid hanya dipakai untuk pengobatan atritis rheumatoid dengan komplikasi berat dan mengancam jiwa ,seperti vaskulitis ,karena obat ini memiliki efek samping yang sangat berat. Dalam dosis rendah (seperti prednisone 5-7,5 mg satu kali sehari) sangat bermanfaat sebagai bridging theraphy dalam mengatasi sinovitis sebelum DMARD mulai bekerja ,yang kemudian dihentikan secara bertahap. Dapat diberikan suntikan kortikosteroid intraartikular jika terdapatb peradangan yang berat. Sebelumnya,infeksi harus disingkirkan terlebih dahulu.

4. Riwayat penyakit alamiah
 Pada umumnya 25% pasien akan megalami manifestasi penyakit yang bersifat monoksiklik (hanya mengalami episode AR dan selanjutnya akan mengalami remisi sempurna). Pada pihak lain sebagian besar pasien akan menderita penyakit ini sepanjang hidupnya dengan hanya diselingi oleh beberapa masa remisi yang singkat (jenis polisiklik). Sebagian kecil lainnya akan menderita AR yang progresif yang disertai dengan penurunan kapasitas fungsional yang menetap pada setiap eksaserbasi. Sampai saat ini belum berhasil dijumpai obat yang bersifat sebagai disease controlling antirheumatic theraphy (DC-ART).

5. Rehabilitasi
 Rehabilitasi merupakan tindakan untuk mengembalikan tingkat kemampuas pasien AR dengan tujuan :
     a. Mengurangi rasa nyeri.
     b. Mencegah terjadinya kelakuan dan keterbatasan gersk sendi
     c. Mencegah terjadinya atrofi dan kelemahan otot
     d. Mencegah terjadinya deformitas
     e. Meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri
     f. Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung kepada orang lain.
 Rehabilitasi dilaksanakan dengan mengistirahatkan sendi yang terlibat ,latihan serta dengan menggunakan modalitas terapi fisis seperti pemanasan ,pendinginan ,peningkatan ambang rasa nyeri dengan arus listrik.

APAKAH ADA KOMPLIKASI DARI PENYAKIT ARTHRITIS RHEUMATHOID ?

Bila sudah stadium lanjut biasanya terdapat komplikasi seperti :

1. Struktur muskuloskeletal. Dapat menyebabkan otot menciut (atrophy), kerusakan tendon dan tulang, dan mencetus osteoarthritis serta carpal for 1 last update 2020/08/08 tunnel syndrome.
 2. serangan jantung.
 3. Paru-Paru.
 4. Darah. Dapat terjadi anemia akibat adanya peradangan kronis di dalam tubuh.
 5. Kulit. Terbentuk nodul-nodul kecil di bawah kulit pada sekitar sendi yang disebut rheumatoid nodules.
 6. Ginjal dan saluran pencernaan dapat juga menjadi korban akibat obat-obatan antiinflamasi yang diberikan kepada penderita.1. Struktur muskuloskeletal. Dapat menyebabkan otot menciut (atrophy), kerusakan tendon dan tulang, dan mencetus osteoarthritis serta carpal tunnel syndrome.
 2. serangan jantung.
 3. Paru-Paru.
 4. Darah. Dapat terjadi anemia akibat adanya peradangan kronis di dalam tubuh.
 5. Kulit. Terbentuk nodul-nodul kecil di bawah kulit pada sekitar sendi yang disebut rheumatoid nodules.
 6. Ginjal dan saluran pencernaan dapat juga menjadi korban akibat obat-obatan antiinflamasi yang diberikan kepada penderita.

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for  

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Doenges E Marilynn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC: Jakarta

Chang esther. 2006. Patofisiologi aplikasi pada praktik keperawatan. jakarta : EGC

Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardhi, (2015), Aplikasi Asuhan Keperawatan NANDA NIC-NOC JILID 3, Jakarta, Medi the 1 last update 2020/08/08 Action Publishing.Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardhi, (2015), Aplikasi Asuhan Keperawatan NANDA NIC-NOC JILID 3, Jakarta, Medi Action Publishing.

 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for VIDEO for 1 last update 2020/08/08 PILIHANVIDEO PILIHAN
Mohon tunggu...
KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for LABEL

kesehatan

arthritis

rheumathoid

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for Artikel Lainnya

BERI KOMENTAR
KONTEN MENARIK LAINNYA
psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for x
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

TERBARU

ARTIKEL UTAMA

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for 4 Pose Yoga Favorit Pereda Sakit Ringan Saat Puasa

Esti Maryanti Ipaenim
23

psoriatic arthritis uveitishow to psoriatic arthritis uveitis for Penyebaran Covid-19 Bukan Faktor Cuaca dan Iklim, tapi Kebijakan dan Perilaku

Fathan Muhammad Taufiq
239